Perjalanan pengumpulan kantung tugas VCL Batch 3 Bagian 1

Mengikuti kegiatan VCL Batch 3 bisa mempertemukan saya dengan banyak teman-teman baru yang hebat. Awalnya, di bagian grup kecil hanya ada dua orang saja yaitu saya dengan satu rekan dari SMK Bapak Aditya Irawan. Kegalauan mulai melanda, bagaimana jika dalam satu grup hanya ada dua orang sedangkan untuk menjalankan satu misi tugas paling tidak ada empat orang yaitu presenter, host, moderator dan peserta. Namun, kegalauan ini segera hilang, disatu pagi yang cerah dengan membuka HP muncul grup lagi saya masih ingat nama grupnya persiapan vicon kamis. Di grup baru ini, saya mulai menemukan amunisi baru. Saya disambut dengan rekan rekan yang sangat bersemangat sekali waktu itu ada ibu Rusnaeli dari SLB Negeri Metro, ibu Era Yuliana dari Kelumbayan Barat, ibu Tia dari Rajabasa, ibu Diana dan Pak tommy dari LPMP Lampung, pak sidiq dari Dipasena. Korodinasi dilakukan melalui grup kecil ini, mulai dari persiapan membuat flyer dan melalukan simulasi malam sebelumnya supaya saat vicon besok paginya bisa maksimal tampil. Waktu begitu cepat, hingga hari kamis telah tiba yang artinya kami harus siap untuk mengikuti seminar dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00. Sebenarnya, setelah tugas dari masing-masing selesai tidak perlu mengikuti hingga selesai namun lagi-lagi saya beruntung bertemu dengan rekan-rekan seperjuangan yang memiliki kesadaran bahwa kebersamaan itu sangat penting dan solidaritas tinggi. Tidak ada perserta vicon yang meninggalkan room hingga pukul 18.00 sebagai bukti bahwa yang bisa memeriahkan dan mesukseskan kegiatan ini pastinya seluruh warga grup kecil vicon kamis. Setiap peserta pastinya memiliki cerita yang menarik masing-masing. Cerita yang saya alami ketika pertama mengumpulkan tugas bersamaan dengan acara yasinan di rumah. Bertepatan sekali dengan saya yang menjadi tuan rumah. Bingung sekali saat itu, bagaimana bisa membagi konsentrasi antara persiapan yasinan di rumah yang tentunya harus memasak banyak dan mengikuti video conference. Namun, kegalauan saya saat itu terpecahkan, ternyata seminar online memiliki kelebihan bahwa hanya dengan smartphone kita dapat mengikuti seminar dan disambi dengan memasak mempersiapkan hidangan. Ini berbeda sekali dengan kegiatan seminar yang memang mengharuskan kita untuk duduk dan datang di ruangan tersebut. Inilah kelebihan dari kegiatan seminar online.

Namun, untuk memaksimalkan hasil dari ujian yang saya ikuti ini, saya meminta bantuan dari saudara di rumah dan tepat sekali seperti sebelumnya saya adalah  orang yang beruntung memiliki tetangga yang sudah melebihi saudara betapa tidak semua pekerjaan persiapan untuk yasinan dihandle oleh Mbah dkk hingga saya  bisa fokus untuk kegiatan seminar terasa lega rasanya. Sekalipun diawal pagi masih saya sempatkan untuk membantu memotong sayuran karena pada sesi pagi saya hanya sebagai peserta dan menjadi presenter pada sesi ke lima.

Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa setiap peserta memiliki ceritanya masing-masing. Vicon kamis sangat mengharukan sekali dengan berbagai perjuangan. Saya yang saat itu harus mengikuti vicon dengan bebarengan kegiatan di rumah. Rekan lainnya ternyata juga memiliki pengalaman yang seru. Saya masih ingat sekali saat itu ada ibu Diana dan pak Tommy yang mengalami kendala pemadaman lampu saat vicon berlangsung. Terbayang grup WA dipenuhi percakapakn koordinasi hingga share informasi tentang wilayah di Bandar lampung yang tidak mengalami pemadaman lampu saat itu. Dengan perjuangan dan semangat yang begitu kuat alhmadulliahnya bu Diana dan pak Tommy tidak melewatkan satu sesi pun meski mengalmai kendala pemadaman lampu.

Cerita lain yang saat itu masih sangat saya ingat, ada pak sidiq dari Rawajitu dengan membawakan materi yang sangat menarik yaitu pemanfaatan tenaga surya. Ternyata materi yang disampaikan berkaitan dengan kondisi di Rawajitu. Saat itupun pak sidiq mengalami kendala dengan jaringan hingga harus berjuang melintasi kecamatan untuk mendapatkan jaringan yang kuat. Memang, untuk vicon ini kendala utama adalah jaringan dan sumber daya listirik namun untuk bagiamana menghadapi kendala ini ternyata yang tidak kalah penting adalah kemauan dan tekat yang kuat hingga akhirnya kendala yang dihadapi bisa teratasi.

Kesibukan di rumah tentunya bagi ibu rumah tangga yaitu memasak dan mengasuh anak tenyata bisa tetap dilakukan sembari tetap aktif dalam vicon. Saya masih ingat saat itu, peserta seminar di sampingnya sembari momong hingga kadang ada suara anak kecil. Tetapi itupun bukan sebuah kendala namun sebuah tantangan yang bisa diselesaikan.

Penjaga tol langit dikegiatan vicon kamis adalah pak Aditya Irawan yang selalu siap siaga menjaga lalu lintas kegiatan seminar dan ada ibu Era yang selalu siap siaga membatu ketika ada masalah terutama pada pendistribusian absen online. Sedangkan ibu Rusnaili, ibu Diana, ibu Tia, Pak Tommy, pak Sidiq siap sedia aktif dalam seminar termasuk memberikan tanggapan dan pertanyaan serta berbagi pengalaman.

Latest Comments
  1. Suindriyati

    Berbagi dan tumbuh bersama

    Kalimat sejuk yang jika kita sanggup menjalankan, maka kita akan dikumpulkan dengan insan2 terpilih: pejuang, kreatif, bahagia menghantarkan orang kain meraih sukses, menggapai ridho_Nya

    Ayo, jangan biarkan kehebatan kita dalam genggaman, meskipun menebar ilmu bagai menebar benih di lahan tandus, butuh kesabaran ekstra untuk membiarkannya tumbuh

    Salam semangat

    Indri
    Smkn3 metro
    suindriyati@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *