Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0 Perspektif Pendidikan

Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAMNU) Metro Lampung mendatangkan nara sumber dalam kegiatan kuliah umum yaitu Prof. Dr. H. M  Siroji, M.A. Ph.D. Narasumber merupakan Rektor UIN Raden Fatah sekaligus ketua Kopertais wilayah 7 Sumatera Bagian Selatan. Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0 Perspektif Pendidikan. Era Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perubahan yang terus menerus dan cepat (fast & continue). Hal ini menjadikan kesemrawutan di segala sektor sehingga menjadikan sulit untuk dikontrol dan diprediksi. Era Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perkembangan digital yang cepat, teknologi berkembang secara cepat dan informasi tersebut tersebar secara cepat.

prof sirozi

Terdapat dua faktor yang berperan dalam era ini yaitu manusia dan teknologi. SDM di segala aspek perlu tanggap terhadap perubahan teknologi. Salah satu dampak dari era ini yang tidak dapat dihindari adalah higt level competition. Saat ini pemanfaatan teknologi sebagai media untuk menyebarkan informasi sudah tidak dapat dibendung lagi. Penting bagi seseorang untuk memetakan kemampuan yang dimiliki agar dapat berkompetisi di era ini. Efek kedua dari Revolusi Industri 4.0 yaitu keluar dari zona aman. Pentingnya untuk tidak terperangkap pada zona aman sehingga perlu memiliki target yang lebih. Seseorang harus keluar dari zona amannya. Efek ketiga yaitu beradaptasi sebagai tameng untuk bertahan. Pentingnya diri seseorang untuk beradaptasi menyesuaikan diri sehingga dapat bekerja sama. Efek keempat yaitu lazy zombie. Kebiasaan malas dan memberikan janji palsu akan tenggelam dalam era industri ini. Waktu untuk bekerja sudah tidak terbatas dengan malam maupun siang namun full 24 jam. Kemalasan yang ada hanya akan membodohi diri sendiri. Pelajaran yang dapat diambil dari pelajar di Eropa yaitu tujuan ke kampus bukan“ I want to study” namun “ I want to work”. Menjadi mahasiswa merupakan suatu pekerjaan yang sesungguhnya sehingga apabila ini dijadikan sebagai sebuah pekerjaan maka prioritas sebagai mahasiswa yaitu membaca, berdiskusi, mengikuti seminar dan forum diskusi. Kehadiran di dalam seminar dapat menambah wawasan seorang mahasiswa. Selanjutnya dalam era Revolusi Industri 4.0 ini adalah no linierity in job. Dunia pekerjaan saat ini tidak memandang linieritas dalam bekerja namun fakta sekarang ini tidak menutup kemungkinan untuk bekerja di segala bidang. Dampak kesemrawutan pada dunia pendidikan saat ini yaitu kecenderungan pembelajaran dengan digital learning. Digital learning menjadikan pembelajaran lebih kreatif sehingga peran seorang guru akan bergeser. Dominasi digital learning menjadikan guru merasa gagap dengan perkembangan teknologi. Namun, terdapat hal-hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Apabila guru tetap mendominasi pembelajaran di kelas sebagai sumber utama informasi maka yang akan timbul adalah pembelajaran yang membosankan. Peranan guru sekarang ini yaitu:

  1. Guru Berperan Menanamkan Etika kepada Siswa

Contoh yang diberikan oleh guru tentang penanaman etika dan budaya kepada siswa tidak dapat digantikan oleh teknologi. Maka pentingnya memiliki karakter yang baik bagi seorang guru. Seorang guru perlu memiliki etika yang baik sebelum mengajarkan kepada siswanya. Sebuah pembelajaran yang dibangun melalui budaya akademik dan jaringan akademik perlu juga dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi.

  1. Mengarahkan Pemanfaatan Teknologi

Keaktifan pada alam maya saat ini tidak dapat dilarang namun guru berperan mengarahkan bagaimana pemanfaatannya. Pendidikan tidak hanya transfer of knowledge namun juga transfer of value. Pada bagian transfer of knowledge dapat digeser oleh teknologi namun pada bagian transfer of value teknologi tidak dapat menggantikannya. Sekarang ini guru tidak lagi menjadi pusat informasi namun sebagai fasilitator. Produksi pengetahuan sekarang ini menyebar secara masif. Akses informasi dapat dilakukan dimanapun dam kapanpun. Paradox yang muncul yaitu ketersediaan informasi yang banyak namun tidak diimbangi dengan perkembangan pengetahuan manusia. Pada era teknologi ini maka sebagai mahasiswa tentunya membutuhkan saran penunjang pokok yaitu laptop, jaringan internet. Budaya yang muncul dikalangan mahasiswa yaitu banyaknya waktu yang dibuang. Harus ada budaya membaca dan mengembangkan potensi diri. Menyongsong era Indsutri 4.0 ini adalah berpusat pada SDM. Munculnya jabatan dan pekerjaan baru sebagai efek dari era ini. Tenaga yang dibutuhkan yaitu tenaga ahli IT untuk menampung informasi. Sehingga perlu membekali keahlian kepada mahasiswa dalam bidang IT.

  1. Memiliki talenta di bidangnya

Pentingnya mengidentifikasi bakat yang dimiliki sesuai dengan teori Howard Garner tentang kecerdasan majemuk. Perlu sebuah talenta yang tinggi pada tiap pekerjaan misalnya menjadi guru maka perlu memiliki talenta yang baik untuk menjadi guru. Jika orang memiliki talenta di bidangnya maka orang tersebut akan mencintai pekerjaannya dan akan menikmatinya. Selanjutnya seseorang perlu memiliki ilmu. Sehingga dia akan tahu apa yang sedang dikerjakan. Sebagai calon guru maka seharusnya mahasiswa memiliki pengetahuan tentang cara mengajar yang baik. Memiliki keterampilan. SDM apapun jurusannya perlu memiliki keterampilan dalam bidang IT. Maka perlu up skilling dan re skilling. Yang tidak kalah penting bagi seseorang adalah memiliki karakter. Dalam dunia kerja penting pula memiliki integritas. Sebuah integritas tidak bisa ditamankan secara instan namun tumbuh bersama dengan kebiasaan-kebiasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *