Kontribusi dalam Menanamkan Budi Pekerti Luhur

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Sejarah mencatat bahwa Kebangkitan Nasional Indonesia adalah periode pada paruh pertama abad ke-20, di mana banyak rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai “orang Indonesia”. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (Wikipedia Indonesia).

Isi Ikrar Sumpah Pemuda

1.Kami putra dan putri Indonesia,mengaku bertumpah darah satu,tanah air Indonesia.

2.Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia.

3.Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan , bahasa Indonesia

Ikrar tersebut merupakan kesepakatan  bahwa kita satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Akhir-akhir ini di Indonesia masih menjadi berita yang panas mengenai persatuan bangsa yang mulai goyah. Kita sebagai generasi muda memiliki kewajiban menjaga persatuan Bangsa. Sesuai dengan pedoman bangsa ini yaitu pancasila dan semboyan bhineka tunggal ika. Dengan demikian apapun isu sara yang muncul dapat kita atasi dengan kembali melihat kesepakatan kita diawal bahwa Negara Indonesia memiliki dasar yang kuat Pancasila yang telah digagas oleh pendahulu bangsa ini.

Tidak perlu terhanyut dalam isu-isu yang memanas, namun lebih memikirkan apa yang telah kita lakukan untuk bangsa ini. Jika kita melihat masa-masa 20 tahun yang lalu mengenai budi pekerti yang dimiliki generasi muda bangsa ini. Berbudi pekerti luhur  sehari-hari terhadap anak, baik hubungannya kepada Allah, hubungan kepada diri sendiri,  hubungan kepada keluarga, hubungan kepada dengan sesama, dan hubungan dengan sekolah atau alam sekitarnya. Mari kita soroti budi pekerti masa lalu dan kita bandingkan dengan budi pekerti saat ini. Pada masa lalu, siswa memiliki sikap segan, hormat dan bahkan patuh terhadap guru. Siswa menyapa guru dengan sopan, tanggap untuk memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan dan yang tidak kalah pentingnya jiwa bergotong royong dan kebersamaannya sangat kuat. Kemudian bagaimana kondisi kita saat ini?. Kita dapat merefleksi diri kita sendiri mengenai sikap yang kita miliki. Nilai-nilai budi pekerti luhur sudah mengalami pergeseran. Kepedulian terhadap sesama sudah mulai luntur. Sikap segan terhadap guru maupun orang tua juga sudah mulai pudar. Beberapa waktu lalu saya menemui murid yang mungkin tidak tahu bahwa saya merupkan seorang tenaga pendidik di sekolah yang bersangkutan. Melewati sekerumpulan siswa bukan sapaan manis selamat sore yang saya dapatkan namun sapaan menggoda yang diberikan. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi?

Pergeseran nilai-nilai ini juga bukan kesalahan generasi muda saat ini. Tentunya ada hal-hal yang belum dilakukan kepada siswa seperti yang sudah dilakukan oleh pendidik pada masa itu. Memang paradigma belajar saat ini berbeda dengan masa lalu. Paradigma belajar saat ini menekankan kedekatan guru dengan siswa. Guru dapat dijadikan rekan belajar dalam kelas. Nanum, tentunya harus ada hal-hal yang membatasi sehingga kedekatan tetap terjalin namun sikap hormat juga tidak dilupakan. Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Dengan demikian guru juga perlu memberikan contoh yang baik kepada siswa agar apa yang kita lakukan dapat menjadi cerminan siswa dalam berperilaku. Apakah hanya menjadi tanggung jawab guru, tentu saja tidak ini menjadi tugas semua elemen bangsa ini baik orang tua, guru, masyarakat maupun pemerintah. ”Kesalahan kita yang kurang membekali budi pekerti, kurang membekali moral yang baik di sekolah, rumah tangga maupun dalam pendidikan agama” (Iskandar Syah, lamppost 21 Mei 2017;11).

Melalui momentum hari kebangkitan nasional kita perlu merefleksi dan memperbaiki diri guna menanamkan budi pekerti yang luhur. Melalui hal-hal yang kecil dan sederhana akan memiliki kontribusi yang baik dalam membangun bangsa ini. Lakukan hal yang baik sekalipun itu kecil akan sangat bernilai daripada tidak sama sekali. Mari kita perbaiki diri baik sebagai siswa, guru, orang tua maupun sebagai pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *